vinistmikpringsewu

ogawa


Tinggalkan komentar

Guru Harus Rekomendasikan Siswa Miskin ke RSBI

Image

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengimbau para guru agar berperan aktif merekomendasikan siswa-siswinya yang masuk dalam kategori miskin ke sekolah berlabel Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Menurut Nuh, langkah ini merupakan cara paling efektif untuk membantu sekolah RSBI memenuhi kewajibannya memberikan 20 persen kursi untuk siswa miskin.

“Ini yang paling efektif karena guru yang paling tahu siswa mana yang memenuhi kriteria miskin berprestasi untuk dimasukkan ke RSBI,” kata Nuh, Rabu (27/6/2012), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.

Sebenarnya, kata Nuh, sejak jauh hari ia telah memberikan imbauan serupa. Sekolah-sekolah RSBI dituntut untuk menjemput para siswa miskin agar kuota minimal penerimaan siswa miskin dapat terpenuhi. Akan tetapi, imbauan itu dinilainya belum dilaksanakan dengan baik karena secara proses memerlukan waktu dan memungkinkan adanya salah sasaran.

“Ada sekolah yang menjemput bola, itu yang harus didorong supaya kuota minimal untuk siswa miskin benar-benar dapat dipenuhi,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah telah menetapkan bahwa seluruh sekolah berlabel RSBI harus mengalokasikan 20 persen kursi dari total siswanya bagi siswa miskin. Kenyataannya, banyak sekolah belum memenuhi aturan tersebut. Ada beberapa pemicu, di antaranya karena minimnya jumlah pendaftar di sekolah RSBI yang berasal dari golongan miskin. Alasannya, berdasarkan survei koalisi pendidikan di wilayah Jakarta, para siswa miskin merasa takut atau minder untuk mendaftar ke RSBI karena dibayang-bayangi oleh stigma pembiayaan di sekolah RSBI yang dikenal mahal.

“Padahal patokan 20 persen itu sudah disesuaikan dengan angka kemiskinan di suatu daerah. Bahkan secara umum sudah lebih besar dibandingkan prosentase warga miskin di semua daerah,” kata Nuh.

Sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2012/06/27/13445828/Guru.Harus.Rekomendasikan.Siswa.Miskin.ke.RSBI


Tinggalkan komentar

TKI Belajar “Ngeblog”, Mereka Juga Ingin Didengar

Image

Menjadi TKI, menurut saya bukanlah hal yang diidam-idamkan para pekerja migran kita. Rela pergi meninggalkan kampung halaman  bertahun-tahun, hidup jauh dari keluarga di negeri orang, semuanya demi mencari penghasilan yang lebih baik.

Ada pula yang pergi menjadi TKI karena tak bisa mendapatkan pekerjaan di negeri sendiri. Semua dilakukan untuk keluarga, istri dan anak-anak mereka.

Saat merantau ke negeri orang, tentu banyak persoalan yang mereka hadapi sebagai seorang TKI. Setiap kali kita melihat pemberitaan di media cetak dan elektronik, nyatanya masih banyak TKI yang tertimpa kasus.

Padahal apa yang kita lihat di media belum tentu seheboh itu kenyataannya. Persepsi yang kita lihat di media mungkin saja berbeda, dan yang tahu adalah mereka yang mengalaminya dan  yang berada di sana.

Apa yang sebenarnya terjadi seharusnya bisa diketahui melalui sharing informasi. Para TKI ini sebaiknya didukung untuk saling berbagi pengalaman sebagai citizen journalism melalui tulisan di blog, agar tidak terjadi penyesatan informasi dan persepsi.

Namun sayangnya masih sedikit para TKI yang terjun di dunia blog dan tulis menulis. Padahal sekarang internet dan komputer sudah menjadi  bagian dari kehidupan sehari-hari.

Tidak terkecuali para TKI di Malaysia, saya melihat sudah banyak yang memakai smartphone, laptop, bahkan punya internet modem juga. Kebanyakan dari mereka banyak yang aktif di Facebook, namun masih jarang yang menulis.

Karena itulah, TKI perlu dikenalkan dengan dunia blog dan tulis menulis. Tanpa pembekalan dan keterampilan, apa yang dirasakan para TKI hanya akan terganjal  dalam hati mereka saja.

Pada hari Minggu, 24 Juni 2012 yang lalu, diadakanlah workshop blogging sehari dengan tema “Blogging and Writing, TKI Melek IT” di Kuala Lumpur.

Acara ini berlangsung seharian, dari pukul 10.00 – 17.00 sore, bekerja sama dengan IPMI (Ikatan Pekerja Muslim Indonesia) dan KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Kuala Lumpur. Turut mendukung acara: Internet Sehat, Relawan TIK.

Sebanyak 40 orang TKI hadir dalam acara pelatihan ini, tiga diantaranya adalah staf KBRI Kuala Lumpur. Dipandu oleh Felix Kusmanto, mahasiswa S2 asal Indonesia, acara diawali dengan kata sambutan dari perwakilan KBRI yang diwakili oleh Ibu Nurul Dewi Saraswati, Sekretaris III Bidang Penerangan, Sosial, Budaya (Pensosbud) KBRI Kuala Lumpur.

Perempuan cantik ini menuturkan bahwa KBRI siap  mendukung penuh teman-teman TKI yang ingin belajar dan membekali diri dengan ilmu dan keterampilan. Diharapkan tulisan-tulisan TKI di blog nantinya bisa menjadi penyeimbang berita-berita di media mainstream.

Kemudian, untuk menambah wawasan kepada TKI, saya mewakili Internet Sehat (ICT Watch) mencoba bercerita tentang perkembangan internet dan social media di Indonesia. Bagaimana tukang becak memanfaatkan Facebook untuk menjual jasanya, bagaimana seorang ibu rumah tangga berjualan online untuk mencari penghasilan tambahan, seperti apa dunia blog dan etika posting di internet.

Usai memberikan materi, acara pun dilanjut dengan praktek membuat blog. Selama pelatihan berlangsung, tak banyak kesulitan yang dialami teman-teman TKI, meskipun beberapa diantaranya ada juga yang lupa dengan password e-mail.

Selama pelatihan, mereka pun didampingi oleh panitia yang dengan  sukarela membantu mengasisteni. Felix pun tak henti-hentinya memberikan motivasi kepada teman-teman TKI untuk membekali diri dengan ilmu dan keterampilan.

Usai praktek, selanjutnya peserta dibekali dengan materi tips-tips menulis yang disampaikan oleh Nike dari Relawan TIK. Jelang satu jam terakhir, peserta diminta untuk menulis di blog mereka masing-masing. Enam tulisan terbaik pun dipilih panitia.

Selain pulang membawa ilmu, enam tulisan terbaik juga pulang membawa headset, kaos Blogdetik, CD antivirus dan booklet Internet Sehat. Acara pun ditutup oleh Pak Fandhy mewakili Bidang Pensosbud KBRI KL, terima kasih sudah membantu dan menyediakan fasilitas serta makanan khas Indonesia yang super enak. Lalu dilanjut dengan foto bersama.

Setelah acara ini, teman-teman TKI diharapkan tetap semangat berbagi lewat tulisan dengan menceritakan apa yang mereka lihat dan rasakan. Mungkin saja mereka punya pandangan yang berbeda, mau menceritakan apa yang mereka lihat dan rasakan, uneg-uneg, pengalaman atau kegiatan bermanfaat yang orang lain tidak tahu.

Para TKI ini diharapkan mau berbagi di dunia blog, khususnya lewat portal suaratki.web.id. Portal ini sendiri baru dibentuk dan dikelola oleh beberapa orang TKI juga, salah satunya Mbak Anazkia.

Dengan melek IT, permasalahan ‘buta’ informasi diharapkan dapat diminimalisir sehingga para TKI kita bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Paling tidak, mereka memiliki keterampilan saat pulang ke tanah air.

*) Penulis, Dewi Widya Ningrum adalah seorang aktivis di ICT Watch (Indonesian ICT Partnership Association). Sebelumnya pernah menjadi wartawan di media online selama 4 tahun.

Sumber : http://tekno.kompas.com/read/2012/06/27/14042829/TKI.Belajar.Ngeblog.Mereka.Juga.Ingin.Didengar


Tinggalkan komentar

Hari Ini Soal Tanah Sekolah Dibicarakan

Image

DEPOK, KOMPAS.com — Rabu (27/6/2012) ini, Pemerintah Kota Depok menggelar pertemuan dengan keluarga Kasim yang mengklaim berhak atas tanah di empat sekolah dasar di Kecamatan Tapos. Keluarga Kasim meminta agar pemerintah memberi kompensasi tanah yang dipakai untuk SD Negeri 1 Leuwinanggung, SDN 2, SDN 3, dan SDN 4.

Lahan seluas sekitar satu hektar itu belum pernah mendapat kompensasi dari pemerintah sejak dipakai tahun 1970-an. “Hari ini perwakilan keluarga Kasim, pemerintah diwakili Dinas Pendidikan, Bagian Aset dan Hukum, bertemu membahas masalah tanah sekolah itu,” tutur Jarkasih, Lurah Leuwinanggung, Kecamatan Tapos. Hasil perundingan pun belum diketahui.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Depok (Pemkot Depok) menyatakan bahwa tanah itu aset pemerintah, sementara pihak keluarga Kasim mengklaim tanah itu masih tanah keluarganya.

Kasim sebelumnya merupakan kepala desa dan lurah Leuwinanggung selama 36 tahun. Versi keluarga, saat pemerintah membutuhkan lahan untuk pembangunan SD yang kemudian dikenal sebagai SD inpres, Kasim mempersilakan tanahnya dipakai.

Pekan lalu, keluarga Kasim menduduki sekolah itu selama tiga hari. Pada saat pendudukan, siswa dan guru sedang beraktivitas di area sekolah. Setelah melalui negosiasi, keluarga bersedia membuka sekolah itu kembali.

Syaratnya, pemerintah memberi kepastian kompensasi atas tanah tersebut.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2012/06/27/12365131/Hari.Ini.Soal.Tanah.Sekolah.Dibicarakan


Tinggalkan komentar

Buruh KBN Tewas Dibunuh

JAKARTA, KOMPAS.com- Seorang buruh, Ismail (22), tewas dengan luka tikam di kepala di komplek Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (26/6/2012) malam. Seorang kawannya yang juga buruh, Heriyanto (22), juga mengalami cedera sobek pada bagian kepalanya.

Kedua buruh yang bekerja di PT Dong Kwang Printing itu langsung dievakuasi ke RS Cipto Mangunkusumo.

Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Cilincing Ajun Komisaris Imam Tulus, Rabu (27/6/2012), mengatakan belum mengetahui motif pembunuhan tersebut. Diduga kuat, kedua buruh itu mengalami penganiayaan.

Saksi dari kejadian itu juga sangat minim. Sebab, peristiwa terjadi setelah seluruh pabrik tutup, dan para buruh pulang. Korban selamat, Heriyanto, hanya dibantu seorang satpam untuk mengangkut rekannya yang tewas ke Klinik KBN.

Sesampainya di klinik, peristiwa itu baru dilaporkan ke Polsek Cilincing. “Sejauh ini, saksi di tempat kejadian hanya terbatas korban selamat dan satpam. Untuk itu kami sedang menunggu korban ini agak pulih untuk dimintai keterangan,” jelas Imam.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2012/06/27/1230455/Buruh.KBN.Tewas.Dibunuh


Tinggalkan komentar

Malaysia Belum Penuhi Pernyataan Tertulis Soal Tor-tor

MANGUPURA, KOMPAS.com–Pemerintah Malaysia hingga saat ini belum memenuhi permintaan Pemerintah Indonesia  untuk memberikan pernyataan tertulis terkait pencatatan Tari “Tor-Tor” di Negeri Jiran itu.

“Kami sudah mengirimkan pernyataan tertulis untuk meminta klarifikasi kepada Malaysia dan saya kira mereka barangkali perlu waktu untuk menjawabnya  dengan baik,” kata Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri RI, Linggawaty Hakim, di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Selasa.

Sebelumnya Kementerian Luar Negeri RI telah mengirimkan nota diplomatik dan meminta penjelasan lebih jauh kepada Malaysia.

Hal itu juga ditegaskan kembali bahwa, Indonesia memiliki legislasi nasional yang sudah mendaftarkan Tor-Tor sebagai budaya Tanah Air.

Malaysia secara lisan telah menyampaikan bahwa, tidak ada pengakuan terhadap kesenian khas Mandailing, Sumatera Utara itu tetapi hanya mencatat kebudayaan yang secara fakta berkembang di negaranya.

Kesenian tersebut telah tumbuh berkembang dan menjadi bagian masyarakat karena banyak keturunan dari Mandailing yang tinggal di Malaysia. Namun pemerintah tentunya menginginkan adanya pernyataan tertulis secara resmi bahwa kesenian tari itu asal usulnya berasal dari Indonesia.

Dia memperkirakan bahwa saat ini Malaysia masih melihat dasar hukum karena Malaysia mengacu kepada legislasi nasional yang memberikan negara untuk mencatatkan budaya.

Terkait dengan banyaknya masalah budaya yang mencuat di antara dua negara, Kementerian Luar Negeri, telah melakukan beberapa pertemuan dengan kementerian terkait dan menjembatani perbedaan antara negara yang perlu diarahkan lebih baik sehingga tidak menimbulkan perselisihan.

Meskipun demikian,lanjut Hakim, hubungan bilateral kedua negara saat ini masih baik manyangkut berbagai aspek.

 Sumber : http://oase.kompas.com/read/2012/06/27/12415631/Malaysia.Belum.Penuhi.Pernyataan.Tertulis.Soal.Tortor


Tinggalkan komentar

Bus Terguling di Bone Tewaskan 1 Penumpang

BONE, KOMPAS.com – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus penumpang kembali terjadi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Kali ini terjadi di Jl. Pramuka Kelurahan Ta, Kecamatan Taneteriattang.

Bus Cahaya Ujung Bernomor Polisi DD 7754 AZ yang dikemudikan oleh Safar (33) terguling dan menewaskan seorang penumpangnya serta melukai delapan penumpang lainnya.

Peristiwa yang terjadi Rabu (27/06/2012) sekira pukul 05:30 WITA ini diduga karena bus melebihi kapasitas muat.

Bus diketahui memuat puluhan karung berisi cengkeh yang akan diangkut menuju Kolaka, Sulawesi Tenggara melalui jalur penyeberangan laut di Pelabuhan Bajoe.

Selain melebihi kapasitas muat, bus ini juga menghindari jalan berlubang.

“Kecelakaan ini terjadi karena kelebihan muatan ditambah lagi dengan kondisi jalan yang rusak,” ujar AKP Henry Noveri, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polisi Resort (Polres) Bone.

Seorang penumpang pria yang tewas bernama Kuddus (55), kini telah dievakuasi ke rumah duka di Desa Belle, Kecamatan Kahu.

Sementara korban luka 4 orang di antaranya hingga kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit M. Yasin Bone. Empat korban lainnya telah pulang dari rumah sakit.

Para korban luka-luka yakni Kasmawati (40), warga Jl. Lapawawoi Karaeng Sigeri, Ade (10), yang merupakan murid SD Kaju Kecamatan Sibulue, Saenal (27), warga Desa Pattirobajo Kecamatan Sibulue, serta Rahmawati (60), warga Dusun Tappere, Desa Massenrengpulu, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone.

Menurut saksi mata yang juga penumpang selamat menuturkan bahwa mobil sedang menghindari jalan yang rusak, namun terbalik. Korban yang tewas terjepit badan bus yang terguling saat mencoba melompat menyelamatkan diri

“Kita semua panik. Ada satu penumpang yang terjepit kepalanya saat melompat,” ujar Saenal, korban selamat yang dihubungi di rumah sakit.

Sementara itu aparat kepolisian langsung mengamankan sopir serta mengevakuasi Bus ke Mapolres Bone guna penyelidikan lebih lanjut.

Sumber : http://regional.kompas.com/read/2012/06/27/12520671/Bus.Terguling.di.Bone.Tewaskan.1.PenumpangImage

 


Tinggalkan komentar

Kalsel Terancam Kekurangan Pasokan Gula

BANJARMASIN, KOMPAS.com- Kalimantan Selatan terancam kekurangan pasokan gula, baik dari pabrik gula di Jawa Timur maupun pabrik pengolahan rafinasi di Sulawesi Selatan. Penyebabnya, gula konsumsi dari Jatim tidak lagi masuk, dan pasokan dari Makassar terbatas, karena Kementerian Perdagangan mengurangi jatah impor rafinasi oleh PT Makassar Tene.

Demikian benang merah pertemuan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalsel, Farida Wariansi, dengan Presiden Direktur PT Makassar Tene Andre Vincent Wenas dan Ketua Asosiasi Gula Bersatu Kalsel Aftahuddin di Banjarmasin, Rabu (27/6/2012).

Farida mengatakan, Gubernur Kalsel telah mengajukan permohonan kepada PT MT agar memasok sekitar 5.000 ton gula untuk memenuhi kebutuhan Kalsel. Pengajuan dilakukan karena ada peningkatan permintaan, sementara pasokan gula dari Pulau Jawa tidak bisa diharapkan, karena produksinya untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Pulau Jawa, yang juga meningkat menjelang bulan puasa pada minggu kedua Juli mendatang.

Padahal, sekarang harga gula di tingkat pengecer sudah mencapai Rp 15.000 per kilogram. Meski harga gula di Pulau Jawa cenderung turun karena produksi pabrik gula mulai meningkat. Bahkan harga gula di Malaysia Rp 6.000 per kilogram, sehingga dikhawatirkan pelaku usaha mencari gula hingga negeri jiran itu.

Menurut Andre, permintaan dari Disperindag Kalsel sulit dipenuhi karena jatah impor rafinasi PT MT dikurangi dari 300.000 ton menjadi 150.000 ton per tahun. Kuota itu hanya untuk mengisi kapasitas produksi 25 persen dari kapasitas terpasang.

“Kami mulai melakukan efisiensi karena pabrik tidak bisa produksi 100 persen menyusul keterbatasan bahan baku, sementara pasar industri terutama kelas mikro, kecil, dan menengah tidak kebagian jatah gula karena mengutamakan industri besar,” katanya. Padahal, industri makan an dan minuman yang membutuhkan gula di Kalsel umumnya UKM.

Terpisah, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia Arum Sabil mengatakan, lelang gula oleh PTPN X untuk 5.200 ton dengan harga Rp 10.100 per kilogram, atau anjlok dari sebelumnya Rp 11.680 per kilogram. “Harga lelang diprediksi terus menurun karena pasokan tebu dari petani meningkat,” katanya sembari menambahkan, agar pabrik gula tidak mematok rendemen di bawah 8 persen.

Sumber : http://regional.kompas.com/read/2012/06/27/12530788/Kalsel.Terancam.Kekurangan.Pasokan.Gula